Matamaya

Cara Memilih Social Media Marketing Tool yang Tepat untuk Bisnis

Cara Memilih Social Media Marketing Tool yang Tepat untuk Bisnis
29 April 2022

Social media telah berkembang secara drastis dalam satu dekade terakhir. Dengan adanya beberapa platform social media yang sukses disertai dengan basis user yang terus berkembang, insights yang disediakan social listening dan monitoring dapat secara drastis membantu meningkatkan upaya pemasaran bisnis. 

Social listening dan monitoring merupakan praktik yang dapat kamu manfaatkan untuk mengumpulkan informasi penting, memilah-milah data, dan menemukan insights dan tren utama terkait dengan produk atau layanan bisnismu. Bisnis yang terlibat dalam social media sering memanfaatkan alat management tool seperti Matamaya untuk menginformasikan strategi sosial media. Namun, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Social media listening tools dapat melakukan lebih dari sekedar menginformasikan strategi sosial media marketing, dimana kamu dapat menemukan kata kunci dan jaringan atau situs web baru untuk menjalankan iklan bergambar, serta dapat membantu mengoptimalkan strategi konten. Untuk mengetahui perbedaan social listening dan monitoring lebih detail, kita dapat memahami dengan mudah dari penjelasan berikut:

 

Fitur Social Listening

Fitur Social Listening - Matamaya

(https://blog.hootsuite.com/social-listening-business/)

Social listening merupakan aktivitas pemantauan social media marketing untuk mengumpulkan feedback customer, melacak brand mention, dan menemukan percakapan online yang relevan dengan brand-mu. Seringkali social listening merupakan fitur yang tergabung dalam marketing tool, namun tidak semua marketing tool menggabungkan kedua fungsi listening dan monitoring.

Lalu, kenapa social media marketing tools penting? Tujuan social listening dan monitoring tool adalah mengumpulkan insights tentang bagaimana kamu dapat meningkatkan produk, layanan atau bahkan strategi pemasaran. Namun, dibandingkan social media monitoring, social listening merupakan tipe mendengarkan yang aktif. Dengan melakukan social listening, kamu tidak hanya dapat mencari tahu apa yang audience katakan tentang bisnismu, tetapi ini dapat mendorongmu untuk bertindak berdasarkan temuan. Kamu akan mengetahui apakah ada perubahan dalam preferensi target pasar dan mendeteksi titik krisis yang tidak kamu kenali sebelumnya. 

Dalam social media marketing tool, ada satu konsep lagi selain social media monitoring yang sering dikaitkan dengan social media listening, yakni social media sentiment. Selanjutnya, mari kita membahas bagaimana ketiganya berbeda.

 

Social Listening vs Monitoring vs Sentiment

Social Listening vs Monitoring vs Sentiment - Matamaya

Proses social media listening dan monitoring berjalan beriringan. Seperti dijelaskan di atas, social listening memerlukan pengumpulan informasi dan kemudian mengambil tindakan berdasarkan temuan. Ini adalah proses yang lebih kompleks daripada social media monitoring, yang hanya melibatkan pelacakan metrik dan data. Metrik ini dapat mencakup tingkat keterlibatan, sebutan kompetitor, tren industri, hashtag, atau informasi lain apa pun yang relevan dengan tujuan bisnis.

Dengan ini, kamu dapat mengatakan bahwa social media listening adalah kegiatan mengubah informasi menjadi keputusan bisnis. Dibutuhkan pemantauan ke tingkat lebih lanjut, dimana dari sekedar menemukan brand mention hingga menemukan suasana di balik penyebutan, dan dari mengumpulkan data hingga mengambil tindakan berdasarkan data.

Sementara itu, kita mengetahui bersama bahwa brand mention, komentar, dan share membawa suasana tertentu dengan mereka, dan suasana inilah yang disebut sebagai social media sentiment. Sentimen ini bisa positif, negatif, atau netral, dan ini adalah salah satu detail terpenting yang harus dicari oleh sebuah brand. Analisis sentimen adalah bagian dari social media listening yang memungkinkan brand mengetahui bagaimana perasaan audience tentang produk dan layanan bisnismu. Ketika kamu mengetahui apakah audience merasa baik, buruk, atau acuh tak acuh tentang brandmu, kamu menjadi lebih siap untuk meningkatkan produk, layanan, atau strategi pemasaran-mu.

Berikut adalah 4 cara mengoptimalkan social listening yang utama bagi marketer untuk meningkatkan strategi pemasaran di social media: 

  1. Melakukan Riset
    Hal pertama yang paling utama adalah memahami apakah kamu benar-benar tahu siapa audience-mu. Jika tidak, kamu perlu melakukan penelitian terkait hal tersebut. Hal ini karena upaya social media listening yang kamu lakukan tidak akan memberikan manfaat optimal jika kamu tidak tahu apa yang harus didengarkan. Seringkali target 'follower ideal' yang kamu pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan tentang siapa yang sebenarnya tertarik dengan brand-mu. Jika kamu memiliki social media listening tools, kamu akan dapat melihat siapa audience-mu dalam hal demografi, lokasi dll. Kamu mungkin menemukan bahwa sebagian besar followermu adalah wanita di bawah 30 tahun yang memiliki kecenderungan di bidang art. Apa artinya ini bagi brandmu dan bagaimana kamu dapat berinteraksi dengan mereka? Kamu perlu memikirkan sebuah campaign yang sesuai dengan kondisi tersebut.

  2. Mengikuti Follower-mu
    Ini merupakan titik awal yang baik dalam melakukan social media listening. Pertama, kamu perlu memfollow follower-mu. Hal ini berguna untuk memahami apa yang mereka bicarakan. Dengan mengikuti followermu, kamu akan terhubung ke dunia audience dan melihat brandmu melalui mata mereka. Kamu perlu mengingat bahwa social media listening adalah tentang memahami apa yang menjadi perhatian audience-mu. Kamu juga dapat mengetahui platform apa yang mereka lebih sering gunakan. Hal ini karena kebanyakan audience aktif di lebih dari satu social media platforms. Setelah kamu mengetahui platform yang banyak digunakan oleh audience, kamu dapat memperhatikan perilaku dan kebiasaan mereka. Dengan mempelajari sesuatu tentang followermu, kamu dapat menciptakan peluang untuk mengembangkan brand-mu di platform yang berbeda.

  3. Mengidentifikasi Preferensi Konten
    Audience kerap kali memposting komentar, foto, atau video dari brand dan produk favorit mereka secara online tanpa maksud untuk mempromosikan brand tersebut. Jika kamu melakukan social listening, kemungkinan besar kamu akan menemukan jenis konten yang diminati audience serta bagaimana mereka membagikan informasi itu.

  4. Memahami Pesaing
    Jika kamu melakukan social media listening dengan benar, kamu akan mengetahui apa yang dilakukan pesaing serta apa yang berhasil dan tidak untuk mereka. Dengan membaca postingan dan komentar follower pesaing, kamu akan mendapatkan gambaran tentang sentimen follower mereka tentang topik dan produk yang serupa. Kamu dapat mengidentifikasi celah dalam penawaran mereka yang dapat kamu manfaatkan. Meskipun kamu tidak pernah ingin meniru strategi social media orang lain, melihat apa yang berhasil untuk mereka dapat menjadi panduan praktis untuk digunakan dalam strategi pemasaran produk-mu sendiri.

 

Tips Memilih Social Media Marketing Tools

Tips Memilih Social Media Marketing Tools - MatamayaSocial media marketing tool atau biasa yang disebut dengan social media management tool biasanya memiliki fungsi tidak hanya untuk monitoring, melainkan juga social listening. Namun, tidak semua alat memiliki keduanya. Banyak dari management tool hanya fokus pada monitoring, memantau berapa likes dan share yang dihasilkan oleh kontenmu, berapa peningkatan follower dari kuartil sebelumnya, dan beberapa metrik lainnya. Bahkan ada beberapa dari mereka tidak memiliki metrik terkait pesaingmu. 

Jika alat yang kamu butuhkan adalah alat dengan fitur yang lengkap, dimana kamu dapat melakukan monitoring secara real time, melakukan analisis pesaing, social listening di berbagai social media platforms, kamu dapat memilih Matamaya yang juga menawarkan harga yang sangat kompetitif. Namun, sangat direkomendasikan bagi bisnis untuk memiliki lebih dari satu tool karena setiap alat memiliki keunggulannya masing-masing.

Tetapi bagaimana memilih alat yang tepat untuk bisnis?

Berikut adalah tiga pertanyaan penting untuk dijawab saat memilih social media marketing tools:

  1. Apa yang ingin dicapai dengan upaya pemasaran social media?
    Apakah tujuanmu adalah untuk meningkatkan brand awareness, mengarahkan traffic ke situs, menghasilkan prospek, atau mendorong penjualan langsung dari konten? Semua social media marketing tool memiliki keunggulan dalam hal-hal tertentu. Jika kamu tidak yakin apa tujuanmu dan apa yang ingin dicapai, mungkin agak sulit untuk menemukan alat yang tepat untuk itu.

  2. Apa yang mendorongmu untuk mencari alat baru?
    Kamu mungkin memiliki pengalaman yang tidak terlalu bagus dengan alat yang ada, sehingga mendorongmu untuk mencari alternatif. Tujuannya disini adalah untuk membantumu menemukan alat tepat yang akan mengatasi masalah yang kamu hadapi dan memungkinkanmu melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat dilakukan dengan alat lainnya.

  3. Pengalaman apa yang ingin kamu miliki dengan alat ini?
    Tim marketing-mu tentu akan menghabiskan cukup banyak waktu ketika menggunakan alat yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Kamu perlu menemukan satu alat yang intuitif dan mudah digunakan untuk membantu mereka menghemat waktu mengerjakan tugas-tugas yang kurang prioritas sehingga mereka dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk membuat konten yang tepat atau hal lainnya yang kamu perlukan. 
Copyright © Matamaya 2022. Allright reserved.